Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ ‘Sudah Saatnya Lantai Dansa Kembali Berdansa’

Billy Taner & SONAR Rilis Album Perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ ‘Sudah Saatnya Lantai Dansa Kembali Berdansa’

SONAR ALL TALENT
SONAR ALL TALENT

INDO NIGHT SPOT – Pasca-Covid-19, dunia klub malam Indonesia mengalami perubahan signifikan. Hanya segelintir pelaku dengan sumber daya memadai yang mampu bertahan, sementara lainnya menghilang, mengubah lanskap skena—terutama di kota-kota seperti Jakarta dan Bali. Jika sebelumnya penikmat memiliki kebebasan memilih sesuai preferensi musik, kini pilihan menjadi lebih terbatas.

Di saat yang sama, ekspansi model waralaba turut mendorong penyeragaman konsep, baik dari sisi ruang maupun kurasi musik. Meski dapat dipahami dari perspektif bisnis, kondisi ini menekan klub independen untuk beradaptasi dengan pola yang serupa. Akibatnya, muncul kecenderungan homogenisasi: klub berbeda, namun dengan pengalaman musik yang semakin seragam.

Keresahan ini menjadi landasan SONAR, movement DJ dan produser yang digagas oleh Billy Taner (eks Weird Genius), untuk menghadirkan alternatif di tengah skena yang kian seragam. Aktif sejak 2024, kolektif berisi 12 DJ dan produser ini secara konsisten menghidupkan kembali esensi dance floor melalui berbagai event dan program bulanan ‘Make EDM Dance Again’. Melanjutkan misinya, SONAR akan merilis album perdana ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, yang memuat 13 track lintas Progressive House, Electro House, Big Room House, Bass House, hingga Trap. Selain menghadirkan nama-nama seperti Billy Taner, Dimaz Andrean, ROOKIE, dan Your Future Husband, album ini juga menjadi wadah debut bagi talenta-talenta baru.

SONAR ALBUM
SONAR ALBUM

‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ dibuka dengan “Almost Us” oleh Billy Taner dan ROOKIE, yang memadukan progressive house dan sentuhan melodic dubstep. Lagu ini menjadi pengantar arah album: EDM yang kembali enerjik, dengan kontras antara lirik melankolis dan beat yang tetap mengajak berdansa.

“Midnight Paradox” dari Dimaz Andrean menghadirkan kick yang solid dan hook hipnotik, menarik pendengar untuk larut lebih dalam di dance floor. Lagu ini menjadi refleksi perjalanan kariernya, merayakan pertemuan berbagai kontradiksi sebagai sumber energi dalam berkarya.

“Obsessed” dari trio Your Future Husband bersama Nicole Robertson menegaskan idealisme mereka lewat pendekatan progressive house yang berakar dari eksplorasi sound awal mereka. Lagu ini menjadi pernyataan identitas—karya orisinal yang memadukan kekuatan lirik dan produksi secara personal.

“Feel Nothin’” dari Y-Ji bersama Chop Guapo memadukan hip-hop, trap, dan house dalam kisah tentang keteguhan untuk bangkit setelah keterpurukan. Lagu ini menjadi pernyataan Y-Ji sebagai produser yang kini juga tampil ke depan dengan identitas musik elektroniknya sendiri.

“Higher” dari Burnhaze dan Billy Taner menghadirkan euforia festival lewat progressive house yang memadukan drop eksplosif dengan elemen melodik yang lebih organik. Kolaborasi ini melampaui sekadar sound viral, dan berfungsi sebagai anthem pemersatu dalam ekosistem SONAR.

DJ asal Belanda LENN hadir di lagu keenam “Nothing to Lose”, membawa akar Big Room, techno, dan progressive house yang membentuk identitas awalnya. Rilisan ini menjadi pernyataan idealis yang tegas, sekaligus pengingat akan nilai dan perspektifnya dalam produksi EDM.

Lagu ketujuh adalah XORA feat. Alya dengan ‘Void’. Melihat skena yang kian seragam dan didominasi tren FOMO, XORA sempat mempertanyakan arah serta identitasnya sebagai DJ. Ia akhirnya memilih kembali ke akar trap dan dubstep, menghadirkan “dua wajah” pada lagu ini melalui drop bernuansa melankolis dan uplifting, setelah merancang intro dengan berbagai eksperimen untuk menciptakan kesan kuat sejak awal.

Setelah itu, ROOKIE kembali lagi dalam trek kedelapan seorang diri dengan ‘Thinking of Me’. ROOKIE menghadirkan ‘Thinking of Me’ dengan vokal repetitif yang easy listening, tanpa meninggalkan karakter EDM-festive khas SONAR dan relevansi dengan pasar Indonesia. Lagu ini memadukan shutter house, speed house, dan melancholic house dalam satu kesatuan sound.

VIEZ debut dengan ‘Tension’, menghadirkan big room bernuansa festival yang dirancang untuk memicu energi dan reaksi langsung di dance floor. Lagu ini mengandalkan struktur kontras—drop awal yang eksplosif untuk impact instan, diikuti drop kedua yang lebih dinamis dan bertahap—mewujudkan ketegangan sebagai inti komposisinya.

Nomor 10 muncul ‘Hold Me’ dari Dylan Kenneth, menghadirkan bass house yang personal dan jujur, sebagai refleksi identitasnya di luar arus mainstream dan tren FOMO. Terinspirasi era 2016 dengan sentuhan 8-bit yang nostalgik, lagu ini dirancang ulang hingga menemukan kembali rasa autentik yang ingin disampaikan.

“Sacrifice” dari QuickBuck menjadi track ke-11 dalam ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, menampilkan sisi dirinya sebagai “musician’s musician” yang telah lebih dulu matang di lingkar produksi Barong Family. Lewat rilisan ini, ia keluar dari speed house yang biasa ia garap dan merilis house sebagai bentuk tantangan diri, sekaligus menegaskan versatilitasnya dalam kolektif SONAR.

Mendekati akhir dari pengalaman ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, Echobee hadir lewat “Do My Thing” sebagai trek ke-12 yang membawa pergeseran nuansa ke arah melodic techno. Di tengah dominasi energi eksplosif album, ia memperluas spektrum suara sekaligus menegaskan posisinya di SONAR melalui pendekatan yang lebih emosional, atmosferik, dan groove-driven.

Alya, Miss Indonesia 2018, menutup ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’  lewat “Summer Loving” bersama QuickBuck dan Y-Ji sebagai co-producer, menghadirkan anthem summer sebagai bentuk penghormatan terhadap EDM yang mempertemukan mereka. Ditulis mulai dari pre-chorus dan chorus yang menjadi hook utama, lagu ini berkembang secara organik di studio—diperkuat elemen “uuu” yang menjadi earworm—hingga menghasilkan kombinasi beat yang hipnotik dan mudah dinyanyikan bersama.

Closing

Dari seluruh rilisan di ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’, terlihat satu benang merah: album ini merupakan refleksi kolektif atas keresahan, idealisme, dan evolusi para kreatornya. Dari eksplorasi identitas hingga eksperimen emosional lintas spektrum underground–mainstream, setiap artis—termasuk kontribusi internasional seperti LENN—hadir dengan warna berbeda namun tetap dalam satu frekuensi.

Lebih dari sekadar album, proyek ini menjadi sebuah movement yang menawarkan alternatif di tengah homogenitas skena, sekaligus membuka ruang bagi musik elektronik Indonesia untuk kembali jujur, bereksperimen, dan hidup secara lebih organik.

‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ akan tersedia di seluruh platform streaming mulai dari tanggal 2 Mei 2026. Bertepatan dengan perilisannya, SONAR juga menggelar album release party di Bengkel SCBD, yang menandai dimulainya rangkaian tur promosi album hingga akhir Juni 2026. Informasi lengkap mengenai jadwal dan kota tujuan tur akan diumumkan dalam waktu dekat.

Tracklist dari ‘SONAR Compilation Album Vol. 1’ dapat didengarkan di tautan ini: https://open.spotify.com/album/7vnprpkLhgxjyVq5LmUMRA